MENGAPA SESEORANG DAPAT BERPRASANGKA BURUK?
Beberapa hal dapat menyebabkan seseorang
dengan mudah berprasangka buruk terhadap orang lain. Salah satunya yakni
pengalaman masa lalu yang buruk, belum bisa berdamai dengan masa lalu, serta
pernah mengalami trauma akan kejadian-kejadian di masa lalu. Hal ini merupakan
suatu mekanisme perlawanan ego yang timbul sebagai perlindungan terhadap diri
kita sendiri agar tidak tersakiti terlebih lagi. Apabila anda sering mengalami
prasangka buruk baik itu terhadap orang lain, perbuatan orang lain, kejadian yang
belum pasti, atau hal apapun yang membuat anda merasa tidak nyaman ketika
bersosialisasi dengan orang lain, tenanglah mari kita hadapi bersama.
Tenang saja, tidak ada yang hendak dihakimi
disini, maupun yang ingin disalahkan disini. Segala sesuatu terjadi memiliki
alasannya tersendiri, sekarang yang dapat kita ubah adalah bagaimana sikap atau
respon kita terhadap segala sesuatu yang terjadi.
BAGAIMANA CARA MENGATASI PRASANGKA BURUK?
Terdapat 10 langkah mudah untuk mengatasi prasangka buruk, yakni :
10 langkah hidup lebih bahagia
1.
hiduplah saat ini
Hiduplah saat ini, maafkanlah setiap kesalahan dimasa lalu, saatnya untuk menyembuhkan luka masa lalu, jadikan masa lalu sebagai pembelajaran, lepaskanlah pengampunan dan hiduplah bahagia. Hidup saat ini penting karena hanya saat ini yang dapat kita ubah. Kita tidak dapat mengubah masa lalu, tapi kita bisa hidup lebih baik saat ini dan di masa depan.
2.
katakan hal positif
Teruslah katakan hal positif kepada diri sendiri, katakan bahwa aku berharga, aku mampu, semua orang baik dan sayang padaku, segala sesuatu akan baik-baik saja. Katakanlah hal-hal positif yang ingin kalian dengarkan kepada diri kalian sendiri. kalian bisa melakukannya dipagi hari atau setelah akan istirahat.
3.
jangan berdiam diri
Lakukanlah aktivitas, buatlah jadwal kegiatan yang menyenangkan, semakin banyak waktu kosong yang terbuang semakin banyak hal atau prasangka buruk yang terpikirkan.
4.
fokus pada hal positif
Hidup bagaikan mata uang koin yang memiliki 2 sisi, ada sisi baik dan sisi buruk. Kita dapat belajar dari sisi buruk setiap kejadian agar tidak terulang kembali dan mensyukuri hal baik dari setiap kegiatan, ambil sisi baiknya. Fokuslah pada hal positif, jangan biarkan pikiran-pikiran toxic merauni hati dan pikiran kalian.
5.
bergeraklah
Bergeraklah, lakukan olahraga, selain kalian dapat menjaga kesehatan, olahraga juga dapat meningkatkan kebahagiaan karena melalui olahrga tubuh kita dapat menghasilkan hormon endorphin yang dapat membuat orang tersebut bahagia dan bugar.
6.
hadapi rasa takutmu
Berberapa orang yang memiliki prasangka buruk akibat rasa takut akan sesuatu, hadapilah rasa takut tersebut.
7.
coba hal baru
Mencoba hal baru dapat merefresh hati dan pikiran kita, cobalah hal baru yang menyenangkan seperti contohnya belajar bercocok tanam, belajar bahasa asing, belajar memasak, atau melukis, cobalah semuanya itu untuk mengalihkan pikiran yang negatif menjadi kegiatan yang positif dan bermanfaat.
8.
ubah cara pandang
Masing-masing orang memiliki cara pandangnya masing-masing akan suatu hal. Cobalah berpikir dari sisi atau sudut pandang orang lain. Benar dan salah di dunia ini sangat relatif, jadi daripada sibuk saling menyalahkan ada baiknya kita bisa menghargai setiap cara pandang sehingga kita bisa menghargai setiap orang dan tidak berburuk sangka terlebih dahulu.
9.
jangan cepat menyimpulkan
sesuatu
Janganlah cepat menyimpulkan terlalu cepat akan segala sesuatu, ketauilah lebih lanjut, cari fakta sebenarnya, jangan menyimpulkan sendiri di dalam pikiran kita tanpa tau fakta yang sebenarnya.
10.
buatlah diary
Untuk membantu anda mengetahui apakah anda berhasil mengatasi prasangka buruk atau tidak, mulailah buat diary, buat kapan anda berprasangka buruk, tulis alasannya, tulis tindakan apa yang kalian lakukan, dan terakhir tulislah pendapat kalian akan hal itu, apakah itu benar atau salah. pada akhir mingggu bacalah kembali catatan tersebut perbaikilah apa yang kalian rasa yang kalian rasa keliru dan belajarlah darihal itu.jangan ulangi di minggu berikutnya, begitulah seterusnya.
Comments
Post a Comment